Monyet Tanpa Ekor Sulawesi Tengah

Monyet Tanpa Ekor Sulawesi Tengah

Monyet Tanpa Ekor Sulawesi Tengah
Monyet Tanpa Ekor Sulawesi Tengah

Sebagian besar jenis primata di Indonesia berstatus dilindungi termasuk monyet hitam sulawesi. Monyet hitam sulawesi (Macaca nigra) merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Permen LHK No. 20 tahun 2018 tentang Penetapan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Populasi monyet diperkirakan kurang dari 100.000 ekor sejak tahun 1998.

Monyet yang dikenal dengan nama "yaki" ini merupakan satu dari delapan jenis Macaca endemik Sulawesi yang dapat dijumpai di wilayah Sulawesi Utara, antara lain di Cagar Alam Dua Saudara, Pulau Bacan, Menembo Nembo, Kota Mobagu dan Modayah (Supriyatna dan Wahyono, 2000).

Saat ini jumlah monyet hitam sulawesi semakin berkurang bahkan menghadapi kepunahan. Aktivitas perburuan liar menjadi faktor terbesar berkurangnya populasi monyet jenis ini di alam. Daftar merah IUCN telah lama memasukkan monyet hitam sulawesi dalam daftar status konservasi Critically Endangered (kritis). CITES juga memasukkan satwa endemik ini dalam Apendix II, yang artinya spesies ini tidak segera terancam punah tetapi akan terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.

Secara morfologi, tinggi monyet hitam sulawesi sekitar 44-60 cm dengan berat badan 7-15 kg. Tubuh dan wajah monyet ini berwarna hitam kecuali bokongnya yang berwarna merah muda. Bulu di punggungnya lebat dan mempunyai tekstur yang halus. la juga memiliki jambul di depan kepalanya.

Monyet hitam sulawesi merupakan primata yang hidup berpasangan dan berkelompok (multimale­multifemale). Pendekatan sosial monyet ini dilakukan dengan cara mengutu (grooming). Cara berinteraksi monyet ini dengan mengeluarkan suara, menonjolkan postur tubuh dan berekspresi lewat mimik muka. Biasanya monyet jenis jantan akan berkelahi untuk memperebutkan wilayah, pakan dan betina (Cawthon, 2006).

Monyet ini termasuk pemakan buah-buahan atau menjadikan buah sebagai makanan utamanya. Mereka akan memakan buah sebanyak 60-90% dari total konsumsi pakannya. Selain buah, monyet ini kadang-kadang memangsa serangga kecil. Beberapa jenis serangga yang dimakan antara lain tawon, rayap, ulat dalam gulungan daun (Pongamia sp.), lebah, semut, dan belalang.

Di bawah ini adalah rekaman Monyet tanpa Ekor Sulawesi Tengah yang mulai turun ke jalan

Sumber Tulisan : https://www.greeners.co/flora-fauna/monyet-hitam-sulawesi-si-hitam-berjambul

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0